Pertanyaan :

Dear labhukum,

Saya sedang investasi sebuah rumah dengan sistem cicilan selama 5 tahun bersama dengan dua orang lainnya (adik dan ayah saya). Harga rumah sekitar 1,8 miliar. Semua dokumen maupun sertifikat menggunakan nama adik saya. Kami tidak menggunakan perjanjian resmi mengenai kepemilikan rumah. Kami hanya mencatat angka-angka cicilan kami setiap bulan di sebuah buku catatan bersama. Setiap bulan saya dan adik saya melakukan transfer cicilan ke rekening ibu saya, lalu ayah saya menggunakan uang itu untuk membayar cicilan setiap bulan dengan cara debit di kantor pemasaran properti. Masing-masing menyicil sekitar 600 jt. Suatu saat apabila rumah sudah selesai dicicil dan lalu kami jual, kami akan bagi hasil sesuai dengan persentase kepemilikan rumah berdasarkan cicilan kami (kepemilikan sekitar 33% per orang).

Pertanyaan saya adalah, apabila suatu saat terjadi masalah atau konflik diantara kami (misalnya adik saya mengingkari perjanjian ini dan tidak mau memberikan uang hasil jual rumah ke saya), apakah saya dapat menuntut secara hukum dan memenangkan perkara ini? (bukti-bukti yang saya punya bisa dilihat di paragraf berikutnya)

Bukti-bukti yang saya punya adalah:
– Struk transfer dana setiap bulan (internet banking) dari bank rekening saya ke rekening ibu saya
– Foto buku catatan bersama yang berisi angka cicilan kami setiap bulan
– Foto bukti pembayaran cicilan rumah (yang dilakukan ayah saya ke kantor pemasaran properti)
– Foto chatting WhatsApp dengan ibu saya yang membahas tentang cicilan bersama investasi rumah ini

Mohon penjelasannya, terima kasih

Jawaban:

Atas pertanyaan  saudara dapat kami sampaikan sebagai berikut :

Kesepakatan saudara dengan keluarga untuk membeli sebuah rumah yang pembayarannya diangsur secara bersama sama adalah hubungan keperdataan. Karenanya untuk memberikan rasa aman dan kepastian hukum dalam hubungan hukum tersebut saya sarankan kepada saudara bersama keluarga untuk dapat mengikatkan diri dalam perjanjian tertulis dimana dalam perjanjian tersebut di tuangkan hak hak dan kewajiban hukum masing masing anggota keluarga dalam kepemilikan rumah yang dibayar secara cicil tersebut.  Adapun bukti-bukti pembayaran dapat anda simpan dengan baik. Tujuan dari adanya perjanjian tertulis dan bukti bukti tersebut adalah agar di kemudian hari apabila anda dirugikan akibat perbuatan keluarga terhadap rumah milik bersama tersebut maka anda dapat menuntut secara perdata berupa gugatan wanprestasi.
Demikiam dapat disampaikan.
Windu wijaua SH MH.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here