Dalam pengalaman kami di penanganan perkara hukum kami sering kali menjumpai pembeli  yang di tipu oleh penjual dalam transaksi jual beli tanah. Sebab itu kami menyarankan bagi siapapun yang hendak membeli sebidang tanah maka perlu hati hati karena bisa saja anda di tipu oleh penjual dengan menyerahkan kepada anda bukti kepemilikan palsu. Karena itu, anda perlu memastikan bahwa bukti kepemilikan yang diserahkan pada saat transaksi adalah asli dan sah.
Berikut kami sampaikan 5 tips yang aman dalam transaksi jual beli tanah :
1.  Cek status kepemilikan tanah di badan pertanahan setempat untuk memastikan apakah betul penjual adalah pemilik tanah yang tertera dalan sertifikat.  Apabila nama penjual berbeda dengan nama pemilik tanah dalam sertifikat (apalagi kalau tidak ada kuasa penjualan tanah tersebut) maka alangkah baiknya transaksi jual beli tanah tersebut di batalkan unntuk mengantisipasi timbulnya kerugian hukum dan kerugian ekonomi bagi pembeli.
2. Apabila nama penjual adalah benar dan sesuai dengan nama pemilik dalam sertifikat maka sebelum transaksi jual beli, dibuat terlebih dahulu perjanjian jual beli dihadapan PPAT/notaris dan para saksi. Perjanjian jual beli ini penting dituangkan dalam akta jual beli (AJB) oleh PPAT/notaris agar dapaf menguatkan aspek pembuktian hukum bila suatu saat ada pihak lain menggugat tanah tersebut. Disamping itu perlu di ketahui pula bahwa AJB merupakan salah satu syarat ketika membaliknamakan sertifikat tanah tersebut.
3. Langkah berikutnya adalah mendatangi kantor pertanahan setempat untuk selanjutnya mendaftarkan tanah tersebut sekaligus mengurus balik nama sertifikat. Pada saat mengurus balik nama perlu untuk di siapkan segala dokumen dokumen terkait baik itu AJB, identitas penjual dan identitas pembeli serta dokumen lainnya.
4. Setelah pembeli memperoleh sertifikat baru atas tanah tersebut, sebaiknya sertifikat dicermati supaya perbaikan langsung bisa dilakukan oleh pejabat kantor pertanahan kalau ada kesalahan dalam penulisan.
5. Terakhir, Simpan dan jagalah sertifikat dengan baik jangan sampai sertifikat tersebut berpindah tangan dan hilang sehingga berpotensi disalahgunakan oleh pihak lain secara tidak bertanggung jawab.
Windu Wijaya SH MH.
Advokat & konsultan hukum lab hukum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here