JAKARTA – Tidak semua lingkungan kerja memberikan suasana nyaman bagi karyawannya. Beberapa karyawan mengalami berbagai bentuk pelecehan di tempat kerja. Pelecehan seksual adalah salah satu bentuk utama, tetapi ada juga jenis pelecehan non-seksual yang terjadi di tempat kerja.

Oleh karenanya, penting bagi karyawan untuk memahami pelecehan seksual di tempat kerja, termasuk dampaknya pada karier. Dengan mengetahui bentuk tindakan pelecehan, akan membantu Anda untuk menanganinya jika hal itu terjadi pada Anda.

Pengetahuan tersebut, juga membantu Anda mencegah pelecehan. Termasuk bagaimana untuk mengajukan klaim pelecehan, dan apa yang harus dilakukan jika Anda kehilangan pekerjaan Anda karena hal tersebut.

Berikut ini adalah ikhtisar dari jenis pelecehan di tempat kerja, contoh pelecehan, dan penanganannya sebagaimana dilansir dari The Balance.

Jenis pelecehan

Ada banyak jenis pelecehan yang dapat terjadi di tempat kerja. Mulai dari pelecehan lisan atau fisik, berdasarkan jenis kelamin, agama, atau ras, pelecehan yang melanggar hukum dan bentuk diskriminasi.

Pelecehan seksual

Pelecehan seksual di tempat kerja mencakup komentar tanpa diundang, perilaku tentang seks, jenis kelamin, atau orientasi seksual. Hal ini juga merupakan bentuk diskriminasi.

Pelecehan seksual tidak harus terjadi antara rekan kerja dari lawan jenis, serta tidak terbatas pada kontak fisik atau verbal. Gambar dan video cabul, email dan bahkan menatap dalam cara yang sugestif, juga dapat dianggap dari bentuk pelecehan seksual.

Pelecehan Non Seksual

Pelecehan di tempat kerja tidak terbatas pelecehan seksual. Tindakan lain mengenai agama, ras, usia, jenis kelamin, atau warna kulit, misalnya, dapat juga dianggap sebagai pelecehan. Apalagi, jika mereka mengganggu keberhasilan seorang karyawan atau menyebabkan ketidakharmonisan dalam lingkungan kerja.

Pelecehan non seksual juga dapat mencakup tentang menyinggung orang yang cacat fisik atau mental serta perbedaan dan bahasa. Menyinggung orang terlalu gemuk, terlalu tua atau terlalu bodoh dapat dianggap sebagai pelecehan.

Pengajuan klaim atas pelecehan

Jika Anda merasa seperti Anda telah menjadi korban pelecehan di tempat kerja, sangat penting untuk mengajukan klaim kepada otoritas perlindungan hak karyawan. Sebelum Anda mengajukan klaim, pastikan dulu bahwa insiden itu benar-benar dianggap sebagai pelecehan.

Karena berbagai alasan, ada banyak klaim pelecehan palsu, sehingga sangat penting untuk mengetahui fakta-fakta dan langkah-langkah yang benar diperlukan untuk mengajukan klaim. Hal ini akan membantu kasus Anda hingga memberikan penyelesaian yang tepat.

Menjawab pertanyaan wawancara yang mengandung unsur pelecehan

Pelecehan di tempat kerja bahkan dapat dimulai ketika Anda melakukan wawancara pekerjaan. Pertanyaan tentang ras, gender, agama, dan aspek-aspek kehidupan pribadi lain, dilarang oleh negara dan undang-undang. Apabila Anda mendapatkan pertanyaan ini dalam wawancara, maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai bentuk pelecehan.

Untuk melindungi diri dari potensi pelecehan, sangat penting untuk memahami pertanyaan wawancara yang sifatnya ilegal atau tidak pantas. Tidak hanya melawan hukum, tetapi menjadi pertanda bahwa perusahaan tersebut tidak cocok untuk Anda.

Cara mengajukan pengunduran diri

Bahkan jika Anda dilecehkan, sangat penting untuk mengundurkan diri sebagai profesional seperti Anda mendapatkan pekerjaan. Rencana pengunduran diri harus dilakukan dengan hati-hati, karena bisa memiliki konsekuensi hukum jika Anda mengajukan klaim pelecehan.

Anda perlu memberikan penjelasan kepada atasan Anda. Menulis surat pengunduran resmi diri. Selain itu Anda juga perlu mempertimbangkan kelanjutan karir Anda sebelum Anda mengajukan pengunduran diri.

Menghadapi pemecatan

Apakah persiapan yang diperlukan karyawan ketika dipecat? Hal paling penting adalah mengetahui tentang hak sebagai karyawan. Anda dapat mendapatkan informasi itu dari perusahaan tempat Anda bekerja.

Hal yang harus dilakukan setelah pemecatan

Mengajukan tuntutan atas pelecehan, menyebabkan Anda dipecat dari pekerjaan? Tentu hal ini membuat Anda berpikir apa yang dapat Anda lakukan selanjutnya.

Pertama-tama, penting untuk memahami hak karyawan ketika dipecat atau berpikir Anda akan dapat melepaskan. Jika hak tersebut dilalaikan, Anda perlu mengambil langkah-langkah tertentu agar mendapatkan hak tersebut.

Persiapkan jawaban untuk wawancara selanjutnya

Jika Anda meninggalkan atau kehilangan pekerjaan Anda karena pelecehan, bersiaplah untuk menjawab pertanyaan tentang hal itu. Luangkan waktu untuk meninjau pertanyaan wawancara umum, yang mengharuskan Anda menjelaskan tentang pekerjaan terakhir Anda serta alasan Anda berhenti. Ini tentu sangat dibutuhkan ketika Anda hendak mencari pekerjaan selanjutnya.

(mrt)

sumber : https://economy.okezone.com/read/2017/05/28/320/1701800/tips-karier-kenali-pelecehan-seksual-di-tempat-kerja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here