Warisan Harusnya Menjadi Berkah bukan Musibah

Apakah Anda pernah mendengar kasus, perseteruan karena warisan, seperti :

  1. Ahli waris yang berebut harta waris?
  2. Ahli waris saling melakukan klaim terhada harta waris?
  3. Ada orang-orang yang mengaku menjadi ahli waris?
  4. Ada biaya-biaya atas proses pembagian waris, yang dapat merugikan ahli waris?
  5. dan lain sebagainya.

Ternyata masih banyak kasus sengketa waris di Indonesia, hanya karena pewaris (orang yang memiliki harta) tidak melakukan distribusi kekayaan dengan benar. Dalam ilmu perencanaan keuangan, distribusi kekayaan adalah hal penting yang seharusnya dipersiapkan oleh seluruh pewaris (dalam kasus ini orang tua). Gara-gara masalah waris, hubungan sebuah keluarga bisa menjadi hancur. Jika Anda orang tua yang baik, jangan sampai Anda meninggalkan bom waktu yang disebut harta warisan.

Beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai distribusi kekayan, baik melalui warisan atau hibah:

#1 Harta Warisan

Hal pertama yang harus Anda pastikan sebagai orang tua adalah mendata seluruh harta warisan, termasuk aset dan kewajiban. Masyarakat di Indonesia tidak terbiasa dengan melakukan pencatatan aset serta kewajiban (utang). Mulai dari sekarang Anda sebaiknya catat jumlah asset Anda, mulai dari tabungan (di bank mana, nomor akun, jenis akun), deposito, logam mulia, properti, tanah dan asset lainnya (merk, patent, peninggalan sejarah).

Selain asset, Anda juga harus mencatat daftar utang, seperti utang jangka pendek ke teman, rekan bisnis, utang ke bank, utang ke pihak 3 dan lain sebagainya. Jangan sampai Anda tidak memberitahukan asset dan kewajiban kepada ahli waris. Seluruh ahli waris berhak tahu kondisi asset dan kewajiban. Jika Anda masih memiliki utang, Anda dapat menggunakan strategi untuk pelunasan utang. Salah satunya dengan menggunakan uang pertanggungan asuransi jiwa.

#2 Ahli Waris

Poin kedua adalah segera urus seluruh ahli waris Anda. Jika Anda ingin mewariskan harta Anda diluar anak sah dan istri sah, maka Anda harus berkonsultasi dengan konsultan hukum dan/atau notaris. Tanyakan mengenai aturan dalam menentukan ahli waris. Anda juga dapat membuat sebuah surat pernyataan yang berisi mengenai daftar ahli waris, sekaligus dengan  surat wasiat (testamen).

Ternyata tidak semua orang boleh menjadi ahli waris. Berikut ini syarat-syarat menjadi ahli waris, menurut hukum waris di Indonesia:

  • Mempunyai hak terhadap peninggalan waris, misal hubungan keluarga atau tertulis dalam surat wasiat (testamen).
  • Ahli waris sudah ada saat pewaris (pemilik harta) meninggal.
  • Seseorang yang sudah meninggal dunia dan digantikan oleh keturunannya. Misal seorang kakek dapat mewariskan ke cucu, karena si anaknya sudah meninggal terlebih dahulu.
  • Cakap untuk menerima warisan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

#3 Pembagian Waris

Poin berikutnya adalah poin yang penting dan menjadi sumber permasalahan, yaitu pembagian waris. Ahli waris A dapat apa saja, Ahli waris B dapat apa saja dan seterusnya.  Di Indonesia dikenal tiga hukum waris yaitu hukum waris perdata, hukum waris menurut Ajaran Agama Islam dan hukum waris adat.

Sebagai orang tua yang baik, agar warisan tetap menjadi berkah (bukan musibah), Anda harus menuliskan bagaiamana cara pembagian waris. Apakah menggunakan hukum perdata, hukum waris Agama Islam atau hukum waris adat. Tuliskan semuanya dengan detil, jelas dan tidak rancu dalam surat wasiat (testamen). Konsultasikan isi surat wasiat Anda dengan notaris dan konsultan hukum, serta perencana keuangan Anda.

#4 Cara Menyalurkan Asset

Di Indonesia ada dua jenis cara untuk melakukan distribusi kekayaan yaitu melalui waris dan hibah. Keduanya memiliki aturan main yang berbeda, syarat ketentuan yang berbeda dan lain sebagainya. Waris hanya dapat dilakukan jika pewaris meninggal dunia, sedangkan hibah dapat dilakukan jika ketika pemilik harta masih hidup. Baik waris dan hibah memiliki biaya yang berbeda, jadi pastikan Anda sudah memahami ketentuannya.

#5 Biaya Terkait Waris

Namanya waris pasti ada biayanya, mulai dari biaya administrasi pengurusan waris, biaya notaris, biaya konsultasi hukum, pajak dan lain sebagainya. Jika harta Anda memiliki kewajiban pajak, seperti warisan tanah, warisan rumah, maka Anda harus memperhitungkan biaya-biayanya. Jangan sampai Anda mewariskan sebuah asset dan membebani keuangan ahli waris Anda.

Seperti penjelasan di atas, ternyata banyak sekali hal yang harus dipikirkan saat akan mendistribusikan atau membagikan warisan kepada para ahli waris. Anda harus mempertimbangkan banyak hal mulai dari harta warisan, ahli waris, pembagian waris, cara menyalurkan warisan dan biaya-biaya yang terkait dengan waris. Warisan akan menjadi berkah jika Anda sebagai pewaris (pemilik harta) sudah merencanakan dengan benar pada saat Anda sehat, dalam kondisi normal dan dapat berpikir sehat.

Jangan sampai Anda meninggalkan bom waktu yang dapat menghancurkan tali kekeluargaan, mendatangkan masalah keuangan untuk ahli waris dan lain sebagainya.

sumber : https://www.finansialku.com/jangan-sampai-warisan-yang-harusnya-berkah-menjadi-musibah/

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here