Sejak awal 2017, beragam kasus kriminal terjadi di Tanah Air, beberapa di antaranya datang dari kalangan selebriti. Orang-orang ini tidak membunuh atau pun menipu, melainkan mengonsumsi narkoba.
Tercatat sebanyak 7 selebriti telah berurusan dengan kasus narkoba sejak Februari 2017.
1. Andika ‘The Titans’
Salah satu personel grup The Titans sekaligus mantan personel Peterpan, Andika, berurusan dengan hukum setelah ditangkap pihak satuan narkoba Polrestabes Bandung, atas kepemilikan narkoba jenis tembakau gorila, pada Februari lalu.
Pria bernama asli Andika Naliputra Wirahardja ini tertangkap tangan dengan barang bukti berupa dua bungkus paket Tembakau Hanoman Gorila. Andika ditangkap di kediamannya saat sedang menerima barang yang dipesan.
“Jadi dia pesan dari Instagram, kemudian berlanjut ke WA. Dari pengedar dikirim melalui jasa transportasi online,” jelas Kasat Res Narkoba Polrestabes Bandung, AKBP Febry Kurniawan Ma’ruf.
“Kami sudah pantau pemilik barang tersebut, dan saat sedang melakukan pengiriman, kami buntuti dan ternyata sampai ke rumah Andika. Saat itu Andika lagi nunggu, jadi kami tangkap beserta barang bukti,” lanjutnya.
Andika mengaku, ia telah melakukan pemesanan dan memakai barang haram tersebut sebanyak dua kali.
2. Ridho Rhoma
Putra pedangdut Rhoma Irama ditangkap oleh Tim Narkoba Polres Jakarta Barat pada Sabtu, 25 Maret 2017. Ridho Rhoma ditangkap di sebuah hotel di kawasan Pesing, Jakarta Barat, dengan barang bukti sabu seberat 0,7 gram.
Menurut Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto, pria berusia 28 tahun itu membeli sabu dari seseorang dengan harga Rp 1,8 juta.
“Waktu ditangkap dia baru saja menggunakan sabu. Pengaruhnya ada,” jelas Suhermanto yang dikonfirmasi.
Namun, Ridho bersikap kooperatif dan langsung membeberkan semuanya di hadapan polisi. Ia mengaku mendapatkan barang tersebut dari seorang bandar berinisial MS.
Saat ini, Ridho mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba dan sedang memperjuangkan nasibnya untuk melakukan rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Cibubur, Jawa Barat.
3. Iwa K
Rapper yang satu ini tertangkap tangan membawa ganja yang diselipkan ke dalam bungkus rokok, di terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta, pada 29 April 2017. Ia diamankan Polresta Bandara Soekarno-Hatta sebelum bertolak ke Bone, Sulawesi Selatan, untuk tampil bersama Saint Loco.
Iwa K terbukti membawa ganja seberat 1,4850 gram dalam 3 linting rokok. Hal ini diketahui melalui pemeriksaan x-ray yang kedua, setelah lolos pada x-ray yang pertama.
Menurut keterangan Chris Sam Siwu, kuasa hukum Iwa K, pelantun ‘Bebas’ itu dinyatakan sebagai pengguna ringan dan direkomendasikan untuk direhabilitasi setelah menjalani sejumlah tes.
4. Sean Azad
Putra kedua Ayu Azhari, Sean Azad, sempat terjaring razia narkoba oleh pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, pada 11 Mei 2017 dini hari di diskotek Illigals, Tamansari, Jakarta Barat.
Setelah dilakukan tes urine di lokasi tersebut, Sean dinyatakan positif menggunakan narkoba. Ia pun langsung dibawa dan diperiksa di Gedung BNNP Jakarta, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Namun pihak BNNP langsung memperbolehkan pria berusia 22 tahun itu pulang ke rumah. Syaratnya, Sean melakukan wajib lapor selama kurang lebih satu bulan. Hal itu dilakukan pihak BNNP, karena pada saat razia tidak ditemukan barang bukti narkoba pada diri Sean.
Kala itu, ada 119 orang yang telah melakukan tes urine. Hasilnya, terdapat 72 orang yang positif menggunakan narkoba, yakni 56 laki-laki dan 16 perempuan. Salah satunya adalah Sean.
5. Ammar Zoni
Pemain sinetron ‘Anak Langit’ ini ditangkap tim Reserse Narkoba Unit I Subnit 2 Satnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat, pada 7 Juli lalu di kediamannya di kawasan Perumahan Pesona Khayangan, Depok, Jawa Barat.
Saat digeledah, terdapat sejumlah barang bukti yang ditemukan di kamar Ammar Zoni, yaitu 1 toples kaca berisi daun ganja kering seberat 39,1 gram, 1 kotak kaleng berisi 3 bungkus kertas paper Mars Brand, 6 batang rokok kretek, dan korek api gas warna merah.
Polisi juga mengamankan 1 bungkus kertas warna putih berisi daun ganja kering, 1 alat hisap narkotika jenis sabu (bong yang terbuat bekas botol obat batuk), dan 7 plastik klip kecil bening kosong bekas tempat menyimpan kristal putih narkotika jenis sabu berikut 1 sedotan, serta 1 unit handphone merek Samsung tipe S7.
Kini, Ammar bisa bernapas lega karena permintaannya untuk bisa menjalani rehabilitasi dikabulkan.
6. Axel Matthew Thomas
Awalnya, nama Axel Matthew Thomas, putra Jeremy Thomas, ini mencuat ke permukaan karena diduga dianiaya oknum polisi pada 15 Juli lalu. Saat itu, putra Jeremy yang berumur 19 tahun itu sedang berada di sebuah hotel di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.
Usut punya usut, Axel adalah salah seorang pemesan pil Happy Five dari dua orang warga negara Malaysia yang telah ditangkap polisi, yaitu JV dan DRW di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta pada 14 Juli lalu.
Pihak keluarga Jeremy Thomas mengatakan, Axel sempat disekap selama empat jam. Axel dilepas setelah Unit Jatanras Polda Metro Jaya datang bersama orang tua Axel, Jeremy dan Ina Thomas. Axel juga telah melakukan tes urine, dan hasilnya negatif. Namun, ia tetap ditahan karena terbukti memesan narkoba.
Mulai hari Rabu (19/7), Axel ditahan di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Terkait penahanan putranya, Jeremy Thomas mengatakan pihaknya akan menghadapi proses hukum Axel dengan bijak.
7. Pretty Asmara
Bintang sinetron ‘Saras 008’, Pretty Asmara, ditangkap tim Subdirektorat 2 Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya pada Minggu (16/7). Ia diduga sebagai seorang pengedar narkoba di kalangan artis-artis baru yang juga ikut tertangkap bersamanya di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, pukul 01.00 WIB.
Terhitung ada 9 orang termasuk Pretty yang diringkus oleh pihak kepolisian. Mereka adalah Pretty Asmara, Hamdani Virgakusumah, model dan bintang iklan Sisi Salsabila, artis sinetron Asri Handayani, penyanyi Daniar Widiana, Model Gladyssta Lestira, dan tiga orang pedangdut yaitu Emilia Yusuf, Erlin Susanti, dan Melly Karlina.
Bersama mereka, ditemukan juga barang bukti berupa sabu seberat 2,04 gram beserta alat hisapnya, 23 butir pil ekstasi, dan 38 butir pil H5 atau Happy Five serta uang tunai sebanyak Rp 25 juta.
Ironisnya, status Duta Anti Narkoba sempat disandang kepada pesinetron Pretty Asmara. Ia bahkan kerap mengampanyekan setop narkoba kepada kalangan selebiti. Ia juga sempat foto bersama Kepala BNN, Komjen Budi Waseso.
Namun, berdasarkan penuturan kuasa hukum Ramdan Alamsyah, Pretty bukanlah seorang pengedar narkoba sejak 2 tahun lalu. Melainkan sudah berhenti mengonsumsi narkoba selama kurang lebih 2 tahun. Pada saat tes urine, Pretty pun negatif narkoba.
“Saya luruskan di sini bahwa pernyataan Pretty sesungguhnya dia dua tahun sudah tidak menggunakan (narkoba). Karena dua tahun menurut klien kami, ini kan sudah berhenti. Tapi tidak ada Pretty sebagai pengedar,” kata Ramdan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here